Just another WordPress.com site

DIARE

TUGAS FISIOLOGI

DIARE

DISUSUN OLEH

SONYA FLORENSIA ATE A 101.15.039
TYAS AJENG R. A 101.15.044
VISKHA SAFITRI A 101.15.046
YOSTYAN ARKY P. A 101.15.047
YUYUN TRIANA A 101.15.050

KELAS 1A2

AKADEMI ANALIS KESEHATAN SURAKARTA
2011/2012
• Pengertian Diare
Sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

• Penyebab Diare
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), memakan makanan yang asam,pedas,atau bersantan secara berlebihan, dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

• Mekanisme Diare
Setiap hari kita mengkonsumsi makanan. Namun, tidak semua makanan yang kita konsumsitersebut bebas dari racun atau kuman. Tanpa kita sadari, racun atau kuman tersebut tertelan masuk ke saluran pencernaan kita. Untuk membuang racun atau kuman tersebut, usus besar menjadi pertahanan terakhir agar tubuh tidak terserang penyakit akbat racun atau kuman itu. Makanan yang telah dicerna sampai menjadi kimus masuk ke usus besar untuk diencerkan sehingga dosis racun kuman menjadi kecil dan tidak berefek bagi tubuh. Usus besar yang seharusnya mengabsrbsi air dan elektrolit tidak melakukan hal itu melainkan mensekresikan cairan jaringan sehingga konsentrasi kimus dalam usus besar menjadi cair. Kemudian kimus cair tersebut tertampung dalam sigmoid. Namun karena konsentrasinya cair, kimus tidak bertahan lama dalam sigmoid dan mengalir turun ke rectum sedikit demi sedikit ( seperti sifat air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah ). Walaupun yang masuk ke rectum hanya sedikit, namun rectum langsung meregangkan dindingnya dan memberi sinyal ke otak adanya perasaan ingin buang air besar. Jika musculus sphingter ani internus dan eksternus telah membuka, buang air besarpun terjadi dengan konsentrasi cair dan dikeluarkan sedikit demi sedikit, berulang – ulang, hingga kimus cair dalam sigmoid habis. Proses di atas bisa kita sebut dengan diare. Biasanya, penderita diare akan merasa lemas. Hal tersebut wajar karena cairan jaringan banyak disekresikan untuk mengencerkan kimus. Oleh karena itu, penderita diare harus mengganti cairan jaringan tersebut dengan banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi.

• Efek Samping Diare

Akibat diare dan kehilangan cairan serta elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut :
1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat,Hipotonik,isotonic,atau hipertonik )
2. Syok hypovolemik
3. Hipokalemia (gejala : meteorismus, Hipotoni, Otot lemah, dan Bradikardi )
4. Intoleransi sekunder akibat kerusakan villi mukosa usus dan defisiensi enzim lactose.
5. Kejang terjadi pada dehidrasi hipertonik
6. Malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diare jika lama atau kronik )
7. Hipoglikemia
Keterangan :
> Dehidrasi hipotonik (dehidrasi hiponatremia ) yaitu bila kadar natrium dalam plasma kurang dari 130 mEq/l
> Dehidrasi isotonic (dehidrasi isonatermia ) bila kadar natrium dalam plasma 130-150 mEq/l
> Dehidrasi hipertonik ( hipernatremia )bila kadar natrium dalam plasma lebih dari 150 mEq/

• Fungsi Diare
Diare berfungsi untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh yang disebabkan oleh masuknya kuman/racun dalam tubuh manusia.

• Manfaat Diare
Diare adalah suatu proses dimana mikroorganisme maupun jasad renik dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Oleh karena itu, diare dapat membantu tubuh terbebas dari jasad renik dan mikroorganisme yang bisa membahayakan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s