Just another WordPress.com site

Sampingan

FISIOLOGI TIROI…

FISIOLOGI TIROID

1. YUSTINUS PANDU PROBO WIYOSO            (A.101.15.049)

2. TRI HARYADI                                               (A.101.15.042)

3. RONY SETYO WIBOWO                               (A.101.15.035)

4. RADIAS PERMANA PUTRA                          (A.101.15.030)

FISIOLOGI TIROID

 

Struktur Kelenjar tiroid

            Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilagokrikoid, disamping kiri dan kanan trakhea (gambar 1.2). Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram.Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri dankanan yang dihubungkan oleh isthmus tiroid. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm.Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikeldan parafolikuler. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimanahormon-hormon disintesa.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteritiroidea superior dan arteri tiroidea inferior.Arteri tiroidea superior merupakanpercabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakanpercabangan dari arteri subklavia.Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplaidarah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri.Dipersarafi oleh sarafadrenergik dan kolinergik.saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dankolinergik berasal dari nervus vagus.

Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikitkalsitonin.Hormon ini diangkut oleh protein pengangkut, protein pengangkut ituadalah TBG (thyroxine binding globulin), TBPA (thyroxine binding prealbumin),T3U (T3 resin uptake) dan TBI (thyroxine binding Index).Peningkatan proteinpengangkut TBG menyebabkan peningkatan hormon T4 dan penurunan proteinpengangkut T3U.Dalam plasma T3 dan T4 diangkut oleh protein pengikat seperti Tyroxine Binding Globuline (TBG) dan Tyroxine Binding Albumin (TGA).T3 mempunyai ikatan paling besar dengan Albumine sedangkan T4 lebih banyak terikat dengan Globuline.

 Fungsi kelenjar tiroid

Fungsi dari hormon-hormon tiroid antara lain adalah:

a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanyameningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigendan produksi panas.Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru dan testis.

b. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalamintensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinyatetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4.T3 lebih sedikitjumlahnya dalam darah.T4 dapat dirubah menjadi T3 setelahdilepaskan dari folikel kelenjar.

c. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnyapertumbuhan saraf dan tulang.

d. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin

e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambahkekuatan kontraksi otot dan meningkatkan output jantung.

f. Merangsang pembentukan sel darah merah

g. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasitubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme

Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid.

            Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid antara lain:

  • Hipotiroidisme

Adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon tiroid. Penyakit

ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

–       Hipotiroidisme primer

Penyakit ini disebabkan karena kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan

hormon.

–       Hipotiroidisme sekunder

Terjadi karena kadar hormon tiroid yang diproduksi tidak mencukupi yang disebabkan karena TSK kurang. Dapat menyebabkan kretinisme, hipertermia, output jantung rendah dan anemia.

–       Hipotiroidisme tersier

Disebabkan karena sekresi TRH dari hipotalamus kurang.

Gejala Hipotiroidisme

n  Hipotiroidisme intrauterine menyebabkan kretinisme.

n  Menyebabkan hipertermia

n  Output jantung rendah

n  Kontraksi dan relaksasi miokardium lambat.

n  Hipovebtilasi dengan hipoksia dan hiperkapnia.

n  Menyebabkan anemia

n  Akumulasi glikosaminoglikan.

Penyebabnya : obat anti-tiroid, Agen kimia Lithium, kurang yodium dan defisiensi iodin serta pasca operasi tiroid

  • Hipertiroidisme

Disebabkan karena peningkatan produksi kelenjar tiroid atau kebocoran kelenjar tiroid.Kadar T3dan T4 meningkat atau salah satunya.

Penyebab yang paling sering adalah ׃

Penyebab yang paling sering adalah

n  Grave‘s disease merupakan penyakit autoimun.

n  Adenoma tiroid

Proses pembentukan hormon Tiroid.

            Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkanoleh parafolikuler.Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodiumyang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akandiubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam selkelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompaiodida, yang dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.

            Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yangkemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) danDiiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT danDIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akanmembentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan inidirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid,dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasmadalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

Mekanisme umpan balik kelenjar tiroid

    Jika kadar T3 dan T4 kurang maka hipotalamus akan mensekresikan TRH yang ditujukan pada hipofise agar memproduksi TSH, TSH yang telah diproduksi akan di tujukan pada kelenjar tiroid maka kelenjar tiroid akan memproduksi hormone tiroksin dalam bentuk T3 dan T4. TRH dihentikan saat T3 dan T4 sudah memenuhi target.

 Kelenjar Paratiroid

Struktur Kelenjar Paratiroid

      Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedualobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah.Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chiefcells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa danmensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.

 Fungsi kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid mensekresikan hormon paratiroid atau parathormondisingkat PTH.Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh.Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum).

Terhadap tulang, PTH mempertahankan reabsorbsi tulang sehingga kalsiumserum meningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Denganvitamin D yang aktifakan terjadi peningkatan absorbsi kalsium dan posfat dariintestin. Selain itu hormon ini akan meningkatkan reabsorbsi Ca2+ dan Mg2+ ditubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na+. karena sebagianbesar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Faktor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di sampingtentunya PTSH.

Berikut ini adalah perbedaan antara hormon tiroid dan paratiroid.

Tabel : Hormon-hormon kelenjar tirod & kelenjar paratiroid

Hormon

Struktur

 

Sasaran

 

Aksi

Kelenjar tiroid

  • Sel folikel

Hormon tiroid (T3, T4)

  • Sel parafolikuler

Kalsitonin

Asam amino

Polipeptida

Tulang

~ Meningkatkan laju metabolisme,

penting untuk pertumbuhan &

maturasi normal.

~ Menurnkan kadar Ca dalam darah.

Kelenjar paratiroid :

PTH

Peptida

Tulang,

ginjal,

usus

halus

~ meningkatkan kadar Ca dalam

darah, menurunkan kadar P dalam

darah dan meningkatkan aktivitasvitamin D

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s