Just another WordPress.com site

Terbaru

Sampingan

FISIOLOGI TIROI…

FISIOLOGI TIROID

1. YUSTINUS PANDU PROBO WIYOSO            (A.101.15.049)

2. TRI HARYADI                                               (A.101.15.042)

3. RONY SETYO WIBOWO                               (A.101.15.035)

4. RADIAS PERMANA PUTRA                          (A.101.15.030)

FISIOLOGI TIROID

 

Struktur Kelenjar tiroid

            Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilagokrikoid, disamping kiri dan kanan trakhea (gambar 1.2). Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram.Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri dankanan yang dihubungkan oleh isthmus tiroid. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm.Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikeldan parafolikuler. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimanahormon-hormon disintesa.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteritiroidea superior dan arteri tiroidea inferior.Arteri tiroidea superior merupakanpercabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakanpercabangan dari arteri subklavia.Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplaidarah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri.Dipersarafi oleh sarafadrenergik dan kolinergik.saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dankolinergik berasal dari nervus vagus.

Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikitkalsitonin.Hormon ini diangkut oleh protein pengangkut, protein pengangkut ituadalah TBG (thyroxine binding globulin), TBPA (thyroxine binding prealbumin),T3U (T3 resin uptake) dan TBI (thyroxine binding Index).Peningkatan proteinpengangkut TBG menyebabkan peningkatan hormon T4 dan penurunan proteinpengangkut T3U.Dalam plasma T3 dan T4 diangkut oleh protein pengikat seperti Tyroxine Binding Globuline (TBG) dan Tyroxine Binding Albumin (TGA).T3 mempunyai ikatan paling besar dengan Albumine sedangkan T4 lebih banyak terikat dengan Globuline.

 Fungsi kelenjar tiroid

Fungsi dari hormon-hormon tiroid antara lain adalah:

a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanyameningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigendan produksi panas.Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru dan testis.

b. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalamintensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinyatetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4.T3 lebih sedikitjumlahnya dalam darah.T4 dapat dirubah menjadi T3 setelahdilepaskan dari folikel kelenjar.

c. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnyapertumbuhan saraf dan tulang.

d. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin

e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambahkekuatan kontraksi otot dan meningkatkan output jantung.

f. Merangsang pembentukan sel darah merah

g. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasitubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme

Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid.

            Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid antara lain:

  • Hipotiroidisme

Adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon tiroid. Penyakit

ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

–       Hipotiroidisme primer

Penyakit ini disebabkan karena kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan

hormon.

–       Hipotiroidisme sekunder

Terjadi karena kadar hormon tiroid yang diproduksi tidak mencukupi yang disebabkan karena TSK kurang. Dapat menyebabkan kretinisme, hipertermia, output jantung rendah dan anemia.

–       Hipotiroidisme tersier

Disebabkan karena sekresi TRH dari hipotalamus kurang.

Gejala Hipotiroidisme

n  Hipotiroidisme intrauterine menyebabkan kretinisme.

n  Menyebabkan hipertermia

n  Output jantung rendah

n  Kontraksi dan relaksasi miokardium lambat.

n  Hipovebtilasi dengan hipoksia dan hiperkapnia.

n  Menyebabkan anemia

n  Akumulasi glikosaminoglikan.

Penyebabnya : obat anti-tiroid, Agen kimia Lithium, kurang yodium dan defisiensi iodin serta pasca operasi tiroid

  • Hipertiroidisme

Disebabkan karena peningkatan produksi kelenjar tiroid atau kebocoran kelenjar tiroid.Kadar T3dan T4 meningkat atau salah satunya.

Penyebab yang paling sering adalah ׃

Penyebab yang paling sering adalah

n  Grave‘s disease merupakan penyakit autoimun.

n  Adenoma tiroid

Proses pembentukan hormon Tiroid.

            Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkanoleh parafolikuler.Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodiumyang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akandiubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam selkelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompaiodida, yang dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.

            Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yangkemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) danDiiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT danDIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akanmembentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan inidirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid,dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasmadalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

Mekanisme umpan balik kelenjar tiroid

    Jika kadar T3 dan T4 kurang maka hipotalamus akan mensekresikan TRH yang ditujukan pada hipofise agar memproduksi TSH, TSH yang telah diproduksi akan di tujukan pada kelenjar tiroid maka kelenjar tiroid akan memproduksi hormone tiroksin dalam bentuk T3 dan T4. TRH dihentikan saat T3 dan T4 sudah memenuhi target.

 Kelenjar Paratiroid

Struktur Kelenjar Paratiroid

      Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedualobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah.Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chiefcells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa danmensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.

 Fungsi kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid mensekresikan hormon paratiroid atau parathormondisingkat PTH.Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh.Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum).

Terhadap tulang, PTH mempertahankan reabsorbsi tulang sehingga kalsiumserum meningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Denganvitamin D yang aktifakan terjadi peningkatan absorbsi kalsium dan posfat dariintestin. Selain itu hormon ini akan meningkatkan reabsorbsi Ca2+ dan Mg2+ ditubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na+. karena sebagianbesar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Faktor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di sampingtentunya PTSH.

Berikut ini adalah perbedaan antara hormon tiroid dan paratiroid.

Tabel : Hormon-hormon kelenjar tirod & kelenjar paratiroid

Hormon

Struktur

 

Sasaran

 

Aksi

Kelenjar tiroid

  • Sel folikel

Hormon tiroid (T3, T4)

  • Sel parafolikuler

Kalsitonin

Asam amino

Polipeptida

Tulang

~ Meningkatkan laju metabolisme,

penting untuk pertumbuhan &

maturasi normal.

~ Menurnkan kadar Ca dalam darah.

Kelenjar paratiroid :

PTH

Peptida

Tulang,

ginjal,

usus

halus

~ meningkatkan kadar Ca dalam

darah, menurunkan kadar P dalam

darah dan meningkatkan aktivitasvitamin D

 

Sampingan

1. YUSTINUS PAN…

FISIOLOGI JANTUNG DAN PEREDARAN DARAH

FISIOLOGI JANTUNG DAN PEREDARAN DARAH

Disusun oleh:

  1. Nana Asriyah                                      A.101.15.027
  2. Novita Mayangsari                           A.101.15.028
  3. Olin Nurcahyani                                A.101.15.029
  4. Reza Diah Kusumawadani             A.101.15.033
  5. Tri Sinta Yulia Sari                           A.101.15.043

AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL

SURAKARTA

2012

 

A.Pengertian Jantung

Jantung merupakan organ yang berotot pejal dan mempunyai empat ruang dimana ukurannya menyesuaikan dengan individu masing-masing. Jantung terletak di dalam bagian dada, diantara dua paru-paru, dan dibawah tulang rusuk kiri.Fungsi utama jantung adalah untuk memompa darah yang beroksigen ke seluruh bagian tubuh. Tugas ini dilakukan dengan menguncup sebanyak 60 hingga 90 kali bagi setiap minit dengan setiap penguncupan ruang jantung akan memompa darah ke venrikel atau salur darah arteri, dalam masa 24 jam jantung anda berdenyut lebih daripada 100,000 kali, 7,000 liter darah dipompa melalui sistem saluran darah.

B. Fungsi Jantung

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari jantung (disebut sistol).Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Arah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) yang menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru.Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh).Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

C. Cara Kerja Jantung

Pusingan jantung bermula dibagian kanan jantung. Pembuluh darah vena [vena kava inferior] menyalurkan semula aliran darah yang rendah kandungan oksigen ke dalam ruang atrium kanan. Aliran darah tadi akan mengalir dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan di mana darah akan dipompa ke dalam sistem pembuluh darah paru-paru melalui arteri pulmonari di mana ia akan menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Darah yang tinggi kandungan oksigen ini akan memasuki jantung, dimana darah akan mengalir ke dalam atrium kiri melalui dua pasang vena pulmonari setiap pasang dari paru-paru kanan dan kiri. Dari atrium kiri, darah tadi akan memasuki ventrikel kiri dan dipompa keluar ke dalam aorta untuk penyaluran kesetiap bagian tubuh manusia.

 

D.Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menjaga stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).

Ada tiga jenis sistem peredaran darah:

  1. Tanpa sistem peredaran darah
  2. Sistem peredaran darah terbuka
  3. Sistem peredaran darah tertutup

Sistem peredaran darah yang juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengkonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar) juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.

E. Pasokan Darah ke Jantung

Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel. Suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan. Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta, vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan. Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler).

  1. Sistem peredaran ini dibedakan menjadi:
    1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
      Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari paru-paru.

Mekanisme aliran darah sebagai berikut:

Ventrikel kanan jantung –> Arteri pulmonalis –> paru-paru –> vena pulmonalis –> atrium kiri jantung

  1. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
    merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung oksigen.

Mekanisme aliran darah sebagai berikut:

Ventrikel kiri –> aorta –> arteri superior dan inferior –> sel / jaringan tubuh –> vena cava inferior dan superior –> atrium kanan jantung

  1. Sistem peredaran portal merupakan sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal berwarna coklat karena banyak mengandung nutrient.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://www.angelfire.com/biz7/mohdhafni/sains.htm 26-1-2012 19.29 WIB
  2.  http://blog.ilmukeperawatan.com/fisiologi-aliran-darah-jantung.html, diunduh pada : kamis, 26 January 2012, pukul:19.30
  3. http://www.sidenreng.com/artikel/fisiologi-jantung-pembuluh-darah/ 26-01-2012 19.31 WIB
  4. http://mymie-helmiyahmymie.blogspot.com/2011/06/sistem-peredaran-darah.html 26-01-2012 19.39 WIB
  5. http://ekkyfajarfranasaputra.wordpress.com/2010/01/17/sistem-kardiovaskuler/ 19.42 WIB 26-01-2012
  6. http://hidayat2.wordpress.com/2009/03/18/konsep-oksigenasi/ 19.46WIB 26-01-2012

 

Sampingan

FISIOLOGI GINJA…

FISIOLOGI GINJAL

  1. Ratih Kumala Dewi                  (A101.15.031)
  2. Reni Chandra Puspita Sari     (A101.15.032)
  3. Sofia Nur Hasni                       (A101.15.038)
  4. Ummi Choirul Ummah              (A101.15.045)
  5. Yurry Yunfauniam                   (A101.15.048)

FISIOLOGI GINJAL

1.      FILTRASI

Filtrasi di dalam ginjal terjadi didalam Glomerulus, sehingga disebut Filtrasi Glomerulus. Filtrasi Glomerulus merupakan langkah pertama didalam pembentukan Urin pada manusia.

Mekanisme kerja Filtrasi Glomerulus :

Pada saat darah mengalir melalui glomerulus, terjadi filtrasi plasma bebas-protein menembus kapiler glomerulus kedalam kapsul Bowman. Cairan yang difiltrasi dari glomerulus ke dalam kapsul Bowman harus melewati 3 lapisan yang membentuk membran glomerulus :

  1. Dinding kapiler Glomerulus
  2. Lapisan gelatinosa aseluler = Membran basal ( basement membrane ).
  3. Lapisan dalam kapsul Bowman.

2.      EKSKRESI

Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan (mengeluarkan) zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya amonia. Selain itu, ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan, misalnya vitamin yang larut dalam air; mempertahankan cairan ekstraselular dengan jalan mengeluarkan air bila berlebihan; serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa.

3.     REABSORPSI

Reabsorpsi ini terjadi di tubulus. Zat-zat yang direabsorpsi tidak keluar dari tubuh melalui urin, tetapi diangkut oleh kapiler peritubulus ke sistem vena dan kemudian ke jantung untuk kembali diedarkan. Mekanisme Reabsorpsi Tubulus, Bahan-bahan yang akan direabsorpsi kecuali H2O harus meninggalkan cairan tubulus dengan melintasi membran luminal sel tubulus. berjalan melewati sitosol dari satu sisi sel tubulus ke sisi lainnya, menyeberangi membran basolateral sel tubulus untuk masuk ke cairan interstisium, berdifusi melintasi cairan intertisium kemudian menembus dinding kapiler untuk masuk ke plasma darah.

Terdapat 2 jenis reabsorpsi tubulus yaitu :

  1. Reabsorpsi Aktif : memerlukan energi.
  2. Reabsorpsi Pasif : Tidak memerlukan energi.

4. SEKRESI

Ada 2 macam hormon  yang di sekresi oleh ginjal :

  1. Hormon RENIN

Renin adalah suatu hormon yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai respons terhadap penurunan tekanan darah atau penurunan konsentrasi natrium plasma. Sel-sel yang membentuk dan mengeluarkan renin, dan mengontrol pelepasannya, adalah sekelompok sel nefron yang disebut apparatus jukstaglomerulus (JG).  Pelepasan renin adalah langkah penentu kecepatan reaksi. Perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I berlangsung di seluruh plasma, tetapi terutama dikapiler-kapiler paru. Angiotensin I secara cepat bereaksi dengan enzim lain yang sudah ada di dalam darah, enzim pengubah-angiotensin (angiotensin-converting enzyme, ACE). ACE menguraikan angiotensin I menjadi angiotensin II sebuah peptida 8 asam amino.  Angiotensi II adalah vasokonstriktor yang bekerja pada seluruh system vaskular untuk meningkatkan kontraksi otot polos sehingga terjadi penurunan garis tengah pembuluh dan peningkatan resistensi perifer total (TPR).

     2. Hormon eritrogenin

Eritropoietin adalah hormon glikoprotein yang mengontrol proses eritropoiesis atau produksi sel darah merah. Hormon ini dihasilkan oleh fibroblat peritubular korteks ginjal.peranan eritroproietin mengubah flobulin yang dihasilkan menjadi eritropoetin, dimana eritropoetin akan merangsang eritropoetin sensitive sten cells pada sumsum tulang untuk membentuk proeritroblas yang merupakan cikal bakal sel eritrosit.sekresinya dirangsang oleh hipoksia, garam kobalt, katekolamin, hormone androgen.

5. MIKSI

Miksi (mengeluarkan urine) adalah suatu proses sensori-motorik yang kompleks. Urine mengalir dari pelvis ginjal, kemudian kedua ureter dengan gerakan peristalsis. Rasa ingin berkemih akan timbul apabila kandung kemih berisi urine sebanyak 200-300 ml. Saat dinding kandung kemih mengencang, baroseptor (saraf sensori yang distimulasi oleh tekanan) akan membuat .kandung kemih berkontraksi. Otot sfingter eksternal berelaksasi dan urine keluar. Otot sfingter eksternal dapat dikendalikan secara volunter sehingga urine tetap tidak keluar walaupun dinding kandung kemih sudah berkontraksi.

fisiologi Respirasi

Rima ErvaWijayanti             A 101.15.034

Sarinda Hesti P                    A 101.15.036

Siwi Purwaningsih              A 101.15.037

Sri Wahyuni                          A 101.15.040

Tary Rizki R                          A 101.15.041

 

FISIOLOGI RESPIRASI

PENGERTIAN RESPIRASI

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru.

STRUKTUR SISTEM RESPIRASI

  1. Saluran nafas bagian atas: Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung dan dilembabkan
  2. Saluran nafas bagian bawah: Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli
  3. Alveoli: Terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2
  4. Sirkulasi paru: Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru.
  5. 5.  Paru

terdiri dari :

  1. Saluran nafas bagian bawah
  2. Alveoli
  3. Sirkulasi paru
    1. Rongga Pleura: Terbentuk dari dua selaput serosa, yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis, dan yang meliputi paru atau pleura veseralis
    2. Rongga dan dinding dada: Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam.

 

MEKANISME RESPIRASI

 

  1. INSPIRASI :

Paru-paru mengembang, tulang rusuk terangkat ke atas, diaphragma tertekan ke bawah, rongga toraks mengembang/membesar udara masuk .

Otot yang bekerja :

– Otot diaphragma

– Otot Intercostal eksterna

– Otot Scaleni

– Otot Sternocleido mastoiedea

– Elevator scapula

– Otot  Serrati anterior

– Otot Erectus

  1. EKSPIRASI :

Otot di atas relaksasi, otot abdominal kontraksi, otot intercostals kontraksi, otot serrati posterior kontraksi, paru-paru mengecil udara keluar, daya elastis kembali pada posisi semula

Ekspirasi aktif : batuk, muntah, mengedan 8

FUNGSI UTAMA RESPIRASI

Menyediakan oksigen untuk darah dan mengambil karbondioksida dari dalam darah.

Fungsi lainnya (sekunder )adalah : Mengatur keasaman cairan tubuh (C.ekstrasesuler), membantu pengendalian  suhu tubuh, ekaresi air dan fonasi (pembentukan suara).

TAHAP RESPIRASI

  1. Pertukaran gas dalam organ respirasi
  2. Tranport gas dari/ke paru-paru dan jaringan/sel melalui darah
  3. Pertukaran gas antara jaringan dan darah

JENIS-JENIS PERNAPASAN

  • Pernapasan Torakal : Pernapasan melalui dada
  • Pernapasan Abdominal : Pernapasan melalui perut akibat adanya diaphragma
  • EUPNEA  : Pernapasan normal dalam keadaan tenang
  • DYSPNEA : Pernapasan yang sulit, sesak napas
  • APNEA     : Pernapasan berhenti/ tidak bernapas
  • HYPERNEA : Pernapasan frekwensi tinggi/ dalam
  • POLYPNEA : Pernapasan cepat tapi dangkal (panting).

DIARE

TUGAS FISIOLOGI

DIARE

DISUSUN OLEH

SONYA FLORENSIA ATE A 101.15.039
TYAS AJENG R. A 101.15.044
VISKHA SAFITRI A 101.15.046
YOSTYAN ARKY P. A 101.15.047
YUYUN TRIANA A 101.15.050

KELAS 1A2

AKADEMI ANALIS KESEHATAN SURAKARTA
2011/2012
• Pengertian Diare
Sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan.

• Penyebab Diare
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), memakan makanan yang asam,pedas,atau bersantan secara berlebihan, dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

• Mekanisme Diare
Setiap hari kita mengkonsumsi makanan. Namun, tidak semua makanan yang kita konsumsitersebut bebas dari racun atau kuman. Tanpa kita sadari, racun atau kuman tersebut tertelan masuk ke saluran pencernaan kita. Untuk membuang racun atau kuman tersebut, usus besar menjadi pertahanan terakhir agar tubuh tidak terserang penyakit akbat racun atau kuman itu. Makanan yang telah dicerna sampai menjadi kimus masuk ke usus besar untuk diencerkan sehingga dosis racun kuman menjadi kecil dan tidak berefek bagi tubuh. Usus besar yang seharusnya mengabsrbsi air dan elektrolit tidak melakukan hal itu melainkan mensekresikan cairan jaringan sehingga konsentrasi kimus dalam usus besar menjadi cair. Kemudian kimus cair tersebut tertampung dalam sigmoid. Namun karena konsentrasinya cair, kimus tidak bertahan lama dalam sigmoid dan mengalir turun ke rectum sedikit demi sedikit ( seperti sifat air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah ). Walaupun yang masuk ke rectum hanya sedikit, namun rectum langsung meregangkan dindingnya dan memberi sinyal ke otak adanya perasaan ingin buang air besar. Jika musculus sphingter ani internus dan eksternus telah membuka, buang air besarpun terjadi dengan konsentrasi cair dan dikeluarkan sedikit demi sedikit, berulang – ulang, hingga kimus cair dalam sigmoid habis. Proses di atas bisa kita sebut dengan diare. Biasanya, penderita diare akan merasa lemas. Hal tersebut wajar karena cairan jaringan banyak disekresikan untuk mengencerkan kimus. Oleh karena itu, penderita diare harus mengganti cairan jaringan tersebut dengan banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi.

• Efek Samping Diare

Akibat diare dan kehilangan cairan serta elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi sebagai berikut :
1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat,Hipotonik,isotonic,atau hipertonik )
2. Syok hypovolemik
3. Hipokalemia (gejala : meteorismus, Hipotoni, Otot lemah, dan Bradikardi )
4. Intoleransi sekunder akibat kerusakan villi mukosa usus dan defisiensi enzim lactose.
5. Kejang terjadi pada dehidrasi hipertonik
6. Malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diare jika lama atau kronik )
7. Hipoglikemia
Keterangan :
> Dehidrasi hipotonik (dehidrasi hiponatremia ) yaitu bila kadar natrium dalam plasma kurang dari 130 mEq/l
> Dehidrasi isotonic (dehidrasi isonatermia ) bila kadar natrium dalam plasma 130-150 mEq/l
> Dehidrasi hipertonik ( hipernatremia )bila kadar natrium dalam plasma lebih dari 150 mEq/

• Fungsi Diare
Diare berfungsi untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh yang disebabkan oleh masuknya kuman/racun dalam tubuh manusia.

• Manfaat Diare
Diare adalah suatu proses dimana mikroorganisme maupun jasad renik dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Oleh karena itu, diare dapat membantu tubuh terbebas dari jasad renik dan mikroorganisme yang bisa membahayakan tubuh.

DIARE